Selasa, 25 Mei 2010

Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) Asli Kalimantan



Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan Timur. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, anggrek hitam memiliki daya mistis. Masyarakat Dayak sangat menghormati anggrek hitam, mencurinya berarti merupakan pelanggaran terhadap hukum adat yang sulit terampuni. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Melak dan Kecamatan Damai terkenal dengan tanaman beberapa jenis anggrek terutama jenis Anggrek Hitam atau Coelogyne Pandurata dan sudah terkenal baik nasional maupun dunia internasional. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek. (wikipedia).

Anggrek hitam tergolong tanaman langkah dan termasuk tanaman di lindungi di Indonesia. Walau namanya anggrek hitam atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”. sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai, bukan berarti bunga ini total warnanya hitam. Coelogyne Pandurata disebut Anggrek Hitam karena memiliki lidah (labellum) berwarna hitam (sehingga diberi nama Anggrek Hitam) dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Kelopaknya berwarna hijau muda. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni. Bau dari anggrek ini cukup harum sehingga lalatpun menyukainya.

Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitatnya yang liar semakin hari semakin langka. Meskipun menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 anggrek ini dilindungi dan dilarang diperdagangkan bebas (kecuali hasil penangkaran), namun perburuan yang dilakukan untuk mengambil dan menjual jenis anggrek ini ke kolektor anggrek tidak kunjung mereda. Selain itu, mulai beralihnya fungsi hutan untuk perkebunan dan pemukiman serta terjadinya kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun semakin membuat populasi anggrek hitam di alam liar semakin terancam kepunahan. Mungkin para pecinta dan kolektor anggrek sebelum membeli Anggrek hitam musti teliti, apakah anggrek hitam yang dibeli itu hasil penangkaran atau hasil perburuan dari alam liar. Meskipun banyak pecinta anggrek yang mengoleksi Anggrek hitam, tetapi kepunahan spesies ini di alam bebas tetap merupakan kerugian yang besar bagi biodeversity Indonesia. Jangan sampai para pecinta anggrek justru menjadi penyebab utama kepunahan Anggrek hitam di alam liar.

Coelogyne pandurata sendiri memiliki arti The scientific name is derived from the Greek words koilos (hollow) and gyne (woman), referring to the concave stigma, dan pandurata adalah biola, karena bentuk lidah bunga ini seperti biola. Meskipun Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) identik dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini selain tumbuh di hutan liar Kalimantan juga tersebar di Semenanjung Malaya di Malaysia, Sumatera, dan di Philipina di Mindanao, Luzon dan pulau Samar.

Ciri-ciri Angrrek Hitam. Jenis anggrek ini dinamakan Anggrek hitam lantaran memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Jumlah bunga dalam tiap tandan antara 1 hingga 14 kuntum atau lebih. Garis tengah tiap bunga sekitar 10 cm. Daun Kelopak berbentuk lanset, melancip, berwarna hijau muda, panjang 5 – 6 cm, lebar 2 -3 cm. Daun mahkota berbentuk lanset melancip berwarna hijau muda bibir menyerupai biola, tengah-tengahnya terdapat 1 alur, pinggirnya mengeriting, berwarna hitam kelam atau coklat tua. Daun Anggrek hitam berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang berkisar antara 40 – 50 cm dan lebar antara 2 -10 cm. Sedangkan buah Anggrek hitam berbentuk jorong dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar antara 2 – 3 cm. Dari keseluruhan bunga tidak banyak yang menjadi buah.

Ciri khas anggrek hitam lainnya yang membedakan dengan jenis anggrek lainnya adalah mengeluarkan bau semerbak. Biasanya tanaman ini mekar pada Maret sampai Juni, ada juga yang mekar pada akhir tahun sekitar bulan Oktober sampai Desember. Anggrek hitam sebagaimana anggrek pada umumnya, tumbuh menumpang pada tumbuhan lain (epifit). Sebagai tumbuhan epifit, anggrek hitam hidup menempel pada batang kayu atau pohon, beberapa diantaranya tumbuh di lantai hutan pada batang kayu yang telah rebah. Biasanya anggrek langka ini menempel pada pohon tua yang hidup di daerah pantai atau rawa. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) tumbuh di tempat teduh. Umumnya jenis anggrek yang menjadi flora identitas Kalimantan Timur ini tumbuh di dataran rendah pada pohon-pohon tua, di dekat pantai atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas dan dekat sungai-sungai di hutan basah. Tanaman yang epifit (hidup menumpang di tumbuhan lain) ini berkembang biak dengan dengan biji. Namun Anggrek hitam juga dapat dikembangbiakkan dengan cara memisahkan umbi semunya.

Jenis Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
(unranked) : Angiosperms
(unranked) : Monocots
Order : Asparagales
Family : Orchidaceae
Subfamily : Epidendroideae
Genus : Coelogyne
Species : Coelogyne pandurata


Referensi Web :

1. Judul : Bungaku Juni 2009 : Anggrek Hitam

Alamat : http://sudewi2000.wordpres.com/

Penulis : Swary Utami Dewi

2. Judul : Anggrek Hitam Cagar Alam Padang Luway

Alamat : http://www.wisatakaltim.com/tag/cagar-alam-padang-luway/

Penulis : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur

3. Judul : List of Indonesian floral emblems

Alamat : http://en.wikipedia.org/wiki/list_of_Indonesian_froral_emblems

Penulis : Wikipedia

4. Judul : Coelogyne Pandurata

Alamat : http://commons.wikimedia.org/wiki/coelogyne_pandurata

Penulis : Wikimedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar